Tradisi Ngarot di Desa Lelea, Indramayu: Antara Syukur, Gotong Royong, dan Cinta Muda-mudi

 Warna-warni busana adat, senyum para gadis, dan doa yang mengalun jadi pemandangan khas di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu.

Foto diambil dari Cirebon jawapost


Setiap menjelang musim tanam padi, masyarakat setempat menggelar Upacara Adat Ngarot — tradisi turun-temurun yang sarat makna, menjadi simbol penyegaran diri sebelum memulai musim bercocok tanam.


Indramayu, Jawa Barat —Ratusan warga Desa Lelea tampak memadati alun-alun desa sejak pagi. Mereka mengikuti Upacara Adat Ngarot, tradisi yang telah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu sebagai wujud rasa syukur sekaligus awal kegiatan menanam padi. 

Acara ini dibuka dengan kirab gadis dan jejaka desa yang mengenakan pakaian adat khas Sunda. Para gadis Ngarot biasanya mengenakan kebaya berwarna cerah dan hiasan bunga segar di kepala, sementara para jejaka memakai baju hitam dan ikat kepala batik.

Fb by Carsinih Prianto

“Ngarot ini bukan sekadar upacara, tapi juga bentuk rasa terima kasih kepada alam dan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai budaya,” ujar Kuwu Lelea saat ditemui di sela acara.


Makna Simbolik di Balik Tradisi Ngarot

Kata “Ngarot” berasal dari bahasa Sunda *arot* yang berarti *minum*, dimaknai sebagai "penyegaran diri sebelum bekerja keras di sawah".

Tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkenalkan pemuda-pemudi desa dalam suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan.

Selain upacara adat, Ngarot juga diisi dengan pementasan seni tradisional doa bersama, dan tarian khas daerah yang menggambarkan semangat gotong royong petani.


Dilestarikan Hingga Kini

Meski zaman sudah modern, Ngarot tetap dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Indramayu bahkan menjadikannya agenda tahunan wisata budaya. 

Foto diambil dari Fb Carsinih priamto

Setiap tahun, ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan keindahan dan keunikan acara ini.

“Kami bangga bisa mempertahankan warisan leluhur ini. Semoga anak muda terus ikut terlibat,” tambah salah satu tokoh adat setempat.


Lebih dari sekadar ritual pertanian, Ngarot adalah simbol cinta, kerja keras, dan syukur masyarakat agraris Indramayu.

Melalui Ngarot, masyarakat tak hanya menjaga tradisi, tapi juga meneguhkan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. 🌾✨


Editor By: KOMINFOIKMI25


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelusuri Jejak Tarling: Dari Eksperimen Sugra Hingga Menjadi Identitas Kota

IKMI Dugawe 2025: Merawat Tradisi, Mengukir Perubahan

IKMI Cirebon Gelar Workshop Digital Learning, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa