CINTA ADALAH AKAR DARI SEGALA DISENSUS
Oleh Najmudin Khoerul Amal https://id.m.wikibooks.org/wiki/Berkas:Louis_Jean_Francois_Lagren%C3%A9e_-_Amor_and_Psyche.jpg Sekitar tahun 2021, tepatnya pada bulan Februari merupakan masa transisi awal dari segala degradasi. Implementasi resolusi refleksi dan kontemplasi mengenai hal ihwal cinta dan permasalahannya saya kira sudah terealisasi. Buku-buku putih seperti karya Kahlil Gibran, Nur Chasanah, Brian Khirsna, Boy Candra, Apriyandi, Usman Arumi, Stefani Bella dan Syahid Muhammad bahkan sampai dengan Eka Kurniawan semua sudah saya baca. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, bait demi bait, paragraf demi paragraf, lembaran demi lembaran, sudah dikonfrontasikan pada wajah diri yang penuh penyesalan, namun demikian, saya tak menemukan makna esensial yang termaktub di dalamnya. Lima semester telah berlalu dan selama itu saya merasa ada sirkulasi yang sama disetiap satu semesternya. Yakni, adanya reduksi ruang pemaknaan terkait definisi mengenai kata Cinta. Bahwa cinta...