IKMI SEBAGAI WADAH DIALEKTIKA MAHASISWA
Organisasi merupakan sebuah locus di mana seorang individu itu dididik dan ditempah untuk berpikir kritis secara rasional serta mengoptimalkan intelektualitas dalam hal intelegensi kinerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.
![]() |
Foto: ardnl |
Mengutip perkataan Argyris, bahwa, "Kemampuan anggota harus berkomitmen untuk belajar secara kritis". Cara belajar secara kritis itu dapat dimulai dengan suatu permasalahan yang diselesaikan dengan satu logika (single-loop). Yang berarti diawali dengan memecahkan suatu masalah dalam kondisi invarian atau quasi-static. Yang kemudian, langkah selanjutnya adalah dengan timbulnya berbagai macam pertanyaan skeptis pada diri sendiri serta diiringi dengan berkontemplasi, maka pada saat itulah ia mulai kritis dan menemukan suatu solusi dari berbagai pada permasalahan tersebut. Konteks permasalahan yang tadi itu hanya ada di dalam sebuah organisasi, dan salah satunya ada di IKMI.
Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu atau yang dikenal dengan sebutan "IKMI" Se-Wilayah Cirebon merupakan sebuah Organisasi Daerah (ORDA) atau wadah bagi para Mahasiswa Indramayu yang berkuliah di Cirebon. Di sisi lain, mahasiswa adalah kalangan muda yang memang dirasa sedang matangnya akan jiwa militansi, intelektual, serta intelegensi yang tinggi. Maka, suatu hal yang lazim bilamana di dalam sebuah organisasi atau wadah bagi para mahasiswa khususnya di IKMI itu seringkali terciptanya nuansa dialektika yang begitu tinggi. Mereka saling beradu retorika, entah itu retorika Forensik, Epideitiek, maupun Dileberatif. Atau bahkan beradu nalar logika dan lain sebagainya.
Namun, hal tersebut hanyalah rentetan peristiwa lazim yang kecil dari gambaran internal dalam sebuah organisasi IKMI. Organisasi IKMI adalah tempat dimana kaum muda dapat terlibat dalam berbagai macam aktivitas dialektika mahasiswa. Organisasi IKMI adalah tempat di mana kaum mahasiswa Indramayu dapat mengarahkan peran semangat akan primordialisme pada implementasi serta berkontribusi, semangat akan kepeduliannya dalam membangun suatu peradaban kedaerahan. Dan itu semua dilakukan dengan menyatukan teori dari trilogi mahasiswa.
Organisasi IKMI bukanlah tempat bagi mereka yang HANYA ingin aksi dan advokasi namun mengabaikan persoalan teori. Demikian pula bukan tempat mereka yang HANYA berdiskusi, berbicara konflik kancah kedaerahan namun tidak terlibat dalam sebuah praktek implementasinya. Tetapi, IKMI adalah organisasi yang mana para anggotanya siap bersinergi serta berkontribusi pada perubahan kedaerahan khsususnya di daerah Indramayu.
![]() |
| Foto: ardnl |
IKMI adalah rumah bagi para mahasiswa Indramayu yang semangat akan suatu perubahan pada kancah kedaerahan (Indramayu) itu sendiri. Di mana seseorang, itu dididik akan sebuah pemahaman mengenai primordialisme. Seperti apa yang Ibu saya sampaikan tatkala sebelum melanjutkan ke jenjang perkuliahan, bahwa, "Sejauh apapun kamu menempuh pendidikan serta mendapatkan sebuah nama dan dicatat di negeri sana, itu tidak akan ada artinya jika negeri asalmu sendiri masih jauh dari kata kesejahteraan". Artinya, begitu sangat disayangkan ketika seorang mahasiswa menempuh pendidikan tinggi lalu asik di daerah orang lain dan tidak mengamalkan apa yang ia dapat dari hasil pendidikan tersebut. Dan sejauh apapun kita berkelana, tetap, suatu saat kita akan kembali ke tanah kelahiran kita sendiri yaitu INDRAMAYU.
Dari situ lah IKMI berangkat, merintis dimulai dari segelintir orang yang melakukan sebuah perkumpulan, di isi dengan pembahasan serta diskusi mengenai problematika kedaerahan. Mulai dari sektor pendidikan - pangan - ekologi - ekonomi dan lain sebagainya, lalu mencari solusinya, serta direalisasikan apa yang telah dirumuskan. Dan kesemuanya itu hanya ada di organisasi IKMI yakni, Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu.


Sukses selalu buat IKMI!.
BalasHapus